Selasa, 21 Februari 2012

GERAKAN SATU HARI TANPA NASI “One Day No Rice” dan MENGURANGI KONSUMSI TERIGU

Depok, 21 Februari 2012. Menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2009; tentang percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal, Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 43 /Permentan/OT.140/10/2009 tentang gerakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber  daya lokal, Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 60 Tahun 2010; tentang percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal, Surat Edaran dari Gubernur Propinsi Jawa Barat Nomor : 501/34/Binprod tanggal 15 Juli 2011 perihal Gerakan Menurunkan Konsumsi Beras, Surat Edaran Walikota Depok Nomor : 500/1219 - Ekonomi tentang gerakan satu hari tanpa nasi “One Day No Rice” pada hari Senin, Himbauan Walikota Depok Nomor : 500/922 – Ekonomi tentang mengurangi penggunaan terigu dalam menu makanan dan menggunakan bahan produk lokal, Surat Walikota Depok Nomor : 500/1688-Ekonomi tanggal 27 Desember 2011,perihal : Revisi Gerakan “Satu Hari Tanpa Nasi” ( One Day No Rice ) yang semula Hari Senin menjadi Hari Selasa, bahwa kota Depok sedang mensosialisasikan “Satu Hari Tanpa Nasi” One Day No Rice di Kota Depok. Sebagai langkah awal pemerintah Kota Depok berupaya untuk melakukan sosialisasi gerakan satu hari tanpa nasi di lingkup perkantoran pemerintah Kota Depok, meliputi Setda, OPD dan Kantin. Adapun kegiatan tersebut dilakukan 1 hari dalam seminggu yaitu pada hari Selasa. Seluruh PNS yang berkantor di lingkup Balaikota mengganti pola konsumsi makannya dari nasi ke bahan pangan non nasi, seperti :

Kamis, 09 Februari 2012

INFLASI DEPOK DESEMBER 2011 DAN INFLASI DEPOK TAHUN 2011

Pada bulan Desember Tahun 2011 Kota Depok mengalami Inflasi sebesar 0,38% lebih kecil dari tingkat inflasi Kota Bandung sebesar 0,50%, Kota Jakarta sebesar 0,49% dan Inflasi Nasional sebesar 0,57%.  Inflasi Bulan Desember di Kota Depok terjadi karena adanya kenaikan harga dari beberapa komoditas diantaranya Cabe Merah, Beras, Tomat Buah, Daging Ayam Ras, dan Telur Ayam Ras. Sementara komoditas Batu Bata, Jagung Muda, Kacang Panjang, Ketimun dan Bawang Merah mengalami penurunan harga.

Sementara sepanjang tahun 2011 Kota Depok mengalami Inflasi sebesar 2,95%, sementara Kota Bandung mengalami Inflasi sebesar 2,75%, Kota Jakarta mengalami Inflasi sebesar 3,97% dan Nasional mengalami Inflasi sebesar 3,79%. Inflasi Kota Depok Tahun 2011 sebesar 2,95% ini masih jauh di bawah target inflasi nasional sebesar 5,00% dan berada di posisi ke-15 dari kota yang memiliki tingkat inflasi terendah dari 66 Kota yang menjadi dasar penghitungan angka inflasi dan lebih rendah dari tingkat inflasi tahun sebelumnya sebesar 7,97%.

Secara Nasional, laju inflasi pada bulan Desember Tahun 2011 mengalami peningkatan hingga mencapai inflasi sebesar 0,57%, pemicu inflasi utama ialah harga emas dan cabai merah, selain itu harga barang dan jasa, sewa rumah dan bahan bakar bukan premium juga turut mempengaruhi inflasi nasional

Senin, 02 Januari 2012

INFLASI DEPOK JANUARI - NOVEMBER 2011


Berdasarkan Permenkeu No. 143/PMK.011/2010 Tentang Sasaran Inflasi Tahun 2010, 2011, dan 2012, Pemerintah telah menetapkan sasaran Inflasi Nasional untuk tahun 2011 ialah sebesar  5,0%.

Pada bulan November Tahun 2011 Kota Depok mengalami Inflasi sebesar 0,57%. Sedangkan pada Bulan November Tahun 2010 Kota Depok mengalami Inflasi sebesar 1,08%. Tingkat Inflasi Tahun Kalender 2011 Kota Depok (Januari - November Tahun 2011) adalah mengalami peningkatan yang pada bulan sebelumnya sebesar 1,97% menjadi sebesar 2,55%.

Secara Nasional, laju inflasi pada bulan November Tahun 2011 mengalami peningkatan hingga mencapai inflasi sebesar 0,34%, pemicu inflasi utama ialah harga emas dan cabai merah, selain itu harga barang dan jasa, sewa rumah dan bahan bakar bukan premium juga turut mempengaruhi inflasi nasional.

Jumat, 18 November 2011

PERTEMUAN BISNIS DAN BUDAYA

"Apa hubungannya antara pertemuan bisnis dan budaya ?" bisa jadi adalah reaksi anda. Jangan salah !, kebudayaan sebuah tempat juga mempengaruhi bagaiaman proses pertemuan bisnis dilakukan.

Di Jepang, tepat waktu adalah hal yang sangat penting!, Kartu Bisnis (Business Card) juga merupakan sesuatu yang sangat penting, jangan lupa membawa Kartu Bisnis anda dan jangan pernah menulis atau mencoret-coret setiap kartu yang anda terima. Apabila anda ingin memberikan hadiah, pastikan selalu dibungkus dengan rapi dan jangan memberikan hadiah dengan jumlah 4 atau 9 karena ini melambangkan kesialan. Jangan pula memberikan hadiah barang-barang yang tajam.

Di Arab Saudi, pertemuan bisnis biasanya berlangsung lama dan bertele-tele, dan dapat berlangsung berjam-jam dengan sedikit hasil atau bahkan tanpa hasil sama sekali. Jangan pernah menunjukan bahwa anda bosan/kesal, karena ini bisa memberikan efek yang sangat negatif bagi kelancaran bisnis anda. Ketika memberikan hadiah, jangan memberikan barang-barang yang dilarang oleh Islam seperti alkohol atau produk-produk yang mengandung unsur makanan haram lainnya.

Bagaimana dengan Indonesia? anda pasti familiar dengan istilah "Jam Karet", jangan merasa heran apabila jadwal pertemuan yang telah ditentukan ternyat tidak diikuti secara tepat, pertemuan biasanya dimulai lebih lambat dan selesai lebih lama (atau bahkan lebih cepat), dan lain sebagainya. Di Indonesia hierarki sangat diutamakan, orang dengan jabatan yang lebih tinggi umumnya dipersilahkan masuk terlebih dahulu ke dalam ruangan. Jangan lupa mempersiapkan Kartu Bisnis (Business Card) anda dengan informasi yang sedetil mungkin.
(Sumber:Insight edisi Sep - Nov 2011)

Senin, 17 Oktober 2011

INFLASI DEPOK JANUARI - SEPTEMBER 2011

Berdasarkan Permenkeu No. 143/PMK.011/2010 Tentang Sasaran Inflasi Tahun 2010, 2011, dan 2012, Pemerintah telah menetapkan sasaran Inflasi Nasional untuk tahun 2011 ialah sebesar  5,0%.

Pada Bulan September Tahun 2011 Kota Depok mengalami Inflasi sebesar 0,06%. Dan pada Bulan September Tahun 2010 juga mengalami Inflasi sebesar  0,26%. Inflasi bulan September 2011 terjadi dikerenakan adanya kenaikan harga dari beberapa komoditas diantaranya beras, cabe merah, petai dan emas perhiasan. Sementra komoditas yang mengalami deflasi meliputi komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, udang basah, daging sapi, jeruk, bawang putih dan ayam hidup.

Secara Nasional, laju inflasi hingga September Tahun 2011 masih dalam kisaran angka rendah dengan kecenderungan mulai terjadi penurunan inflasi dikarenakan telah berakhirnya Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri serta mulai meredanya kenaikan harga emas dan melemahnya perekonomian di dunia (Eropa dan Amerika). 

Rabu, 24 Agustus 2011

Jawa Barat Siap Menghadapi Idul Fitri 1432 H

Selasa (23/8/2011) Bagian Ekonomi Setda Kota Depok menghadiri undangan Rapat Koordinasi Mengenai Kesiapan Menghadapi Hari Raya Keagamaan (Lebaran) Tahun 2011 Tingkat Prov. Jawa Barat, atas dasar disposisi Walikota Depok. Rapat Koordinasi ini dilaksanakan dalam rangka :
  1. Menyusun kegiatan yang terpadu dan sinergi antar OPD dan stakeholders Provinsi Jawa Barat dalam menghadapi hari raya keagamaan (lebaran) tahun 2011;
  2. Mengkoordinasikan dan meyiapkan kebutuhan sarana dan prasarana dalam rangka mendukung kelancarana lebaran 2011 (1432 H) di wilayah Jawa Barat;
  3.  Memberikan informasi dan pelayanan kepada masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan lebaran 2011 (1432 H) di wilayah Jawa Barat (antara lain : angkutan, lalu lintas, ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat);

Dalam rapat koordinasi ini dipaparkan kesiapan dari Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Barat terkait pengaturan arus lalu lintas pada hari H-7 dan H+7 lebaran 2011 (1432 H), kesiapan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat dalam mengatur ketersediaan stok kebutuhan pokok lebaran 2011(1432 H), dan Bank Indonesia Bandung dalam mengatur ketersediaan cash money (uang tunai) dalam masa libur bank pada lebaran 2011 (1432 H).

Dalam Rapat Koordinasi ini Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat juga mengecek kesiapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi lintas sektoral yang berada di Wilayah Jawa Barat, diantaranya ialah Dinas Perhubungan Prov. Jabar, Dinas Bina Marga Prov. Jawa Barat, Dinas Kesehatan Prov. Jawa Barat, Badan Penanggulangan Bencana Prov. Jawa Barat, PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten, PT. Kereta Api Indonesia (KAI), PT. Pertamina Wilayah Jawa Barat, dan BMKG Jawa Barat.

Rakor ini menghasilkan kesimpulan :
1.     Provinsi Jawa Barat siap dilalui untuk arus mudik lebaran 2011 (1432 H); 
2.   Ketersediaan bahan-bahan kebutuhan pokok di Provinsi Jawa Barat untuk menghadapi Idul Fitri secara umum masih mencukupi;
3.   Kebutuhan uang tunai yang disediakan oleh perbankan di wilayah Jawa Barat diperkirakan mencukupi untuk keperluan lebaran 2011 (1432 H);
      4.   Kebutuhan akan listrik, bahan bakar, sarana kesehatan dan transportasi darat telah dipersiapkan dan      
            diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan lebaran 2011 (1432 H).

Senin, 22 Agustus 2011

ONE DAY NO RICE BISA MENSTABILKAN HARGA BERAS


Menindaklanjuti program satu hari tanpa beras dari Propinsi Jawa Barat yang di adaptasi menjadi program tingkat Nasional dan di implementasikan di Kota Depok kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah, dimana gerakan ini bertujuan untuk menurunkan konsumsi beras masyarakat Kota Depok Jawa Barat dan Nasional perkapita pertahun.
Kebijakan ini didasari oleh kian anjloknya produksi beras Kota Depok, Jawa Barat bahkan Nasional dikarenakan alih fungsi lahan, cuaca ekstrim, curah hujan tinggi dan sebagian kemarau panjang, serangan hama wereng, panen raya yang serentak serta pola distribusi yang tidak efektif efisien. Produksi beras pada lahan persawahan yang biasanya dapat menghasilkan 6-7 ton per hektar, sekarang ini hanya 3-4 ton per hektar, hal ini diperburuk dengan adanya faktor bencana alam seperti bobolnya dam pengairan di sekitar pertanian Kecamatan Limo Kota Depok yang akhirnya mempengaruhi harga beras karena besarnya permintaan.
Tingginya Harga beras tersebut merupakan salah satu pemicu tingginya tingkat Inflasi Daerah Kota Depok pada tahun tahun terakhir 2009 dan 2010 di mana beras merupakan salah satu ornamen dalam perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) oleh BPS Kota Depok, meskipun diawal tahun 2011 kuartal pertama Kota Depok mengalami deflasi 0,90 % hal ini dikarenakan juga permintaan (demand) akan beras di pasaran turun akibat panen raya dan penggelontoran raskin yang semakin cepat akibat adanya koordinasi yang baik antar Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Depok yang secara teknis ditindaklanjuti oleh PMKP, OPD terkait dan Perum Bulog Sub Divre Cianjur,  namun tetap hal tersebut belum menjadi jaminan karena trend bulan Juni dan Juli saja sudah mencapai 0.63% dan 0.87%, sedangkan pada bulan Agustus belum dilaporkan oleh BPS Kota Depok, namun diperkirakan akan mengalami kenaikan kembali akibat permintaan konsumsi yang tinggi karena kecenderungan naiknya konsumsi pada Bulan Ramadhan dan persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Menurut berita statistik produksi Kota Depok (statprodkotadepok.blogspot.com), data produksi tanaman pangan di Kota Depok pada tahun 2009 pada produksi tanaman padi ialah sebesar 4.596 ton per tahun sehingga per harinya stok kurang lebih 12,59 ton, sedangkan tingginya konsumsi beras penduduk Jawa Barat termasuk Kota Depok ialah 105 Kg Per Kapita per Tahun, sedang penduduk Kota Depok saat ini sebanyak 1.738.570 jiwa berarti total konsumsi beras per hari per kapita kurang lebih 0.28 kg, dikalikan dengan jumlah penduduk saat ini kurang lebih 500,13 Ton per hari berarti ada defisit sebesar 487ton terhadap hasil produksi perhari, itupun dengan asumsi produksi tanaman padi Kota Depok tidak terdistribusi keluar Depok, dan hal ini bukanlah berarti stok beras di depok tidak aman karena stok beras Kota Depok juga disuplai dari berbagai daerah seperti karawang, purwakarta, cianjur dan Perum Bulog Sub Divre Cianjur yang menyatakan stok beras mencukupi hingga beberapa bulan kedepan.
Dasar asumsi perhitungan tersebut diatas apabila program satu hari tanpa beras ini dapat dijalankan di Kota Depok maka akan terjadi penghematan stok beras di Kota Depok kurang lebihnya 500,13 ton per hari.
Program satu hari tanpa beras tersebut bila melihat asumsi perhitungan diatas dengan asumsi demand atau permintaan akan berkurang walaupun tidak signifikan diperkirakan akan mempengaruhi harga beras di pasar Kota Depok. (Telaahan Staf Sub Bagian Perindustrian Perdagangan dan Investasi)